Selasa, 06 Maret 2012

Retas: Lomba Cover Tabloid Retas

Retas: Lomba Cover Tabloid Retas: Tabloid Retas – www.retas-online.com – akan mengadakan lomba cover pada 1-30 Maret 2012. Syarat wanita usia 17-35 tahun yang dilampiri copy...

Kamis, 26 Januari 2012

NAPZA Berantas Nyawa

 Oleh : Lioni Ellis Handoyo

Anda tentu masih teringat atas peristiwa tragis terkini, seorang pengendara mobil Xenia, Afriani Susanti yang telah menabrak 9 orang pejalan kaki hingga menemui ajalnya. Bahkan satu di antara korban tewas adalah bocah berusia 2,5 tahun bernama Yusuf.

Disebutkan oleh berbagai sumber, pelaku saat mengendara mobil sedang mengalami mabuk berat akibat Shabu-shabu, jenis NAPZA yang telah banyak diketahui khalayak. Tak ayal lagi kondisi pengendara yang sedang mabuk atau istilah "kerennya adalah nge-fly" sudah pasti merenggut kesadaran berperilaku si pengendara.

Yah, di sini saya tak akan panjang lebar membahas mengenai peristiwa paling mengerikan di awal tahun 2012 ini. Melainkan sayang ingin menunjukkan betapa dahsyat kemampuan membunuh NAPZA. Ternyata korban bukan hanya pengguna saja. Bahkan orang yang benar-benar bersih dari zat terlarang tersebut pun telah mampu menjadi korban keganasannya.

NAPZA yang merupakan kependekan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif sudah diketahui berbagai macam. Sebenarnya zat-zat tersebut, khususnya Narkotika dan Psikotropika punya kemanfaatan di dunia medis, yaitu sebagai obat. Namun penggunaannya tentu harus mengikuti berbagai aturan yang berlaku. Jika tidak, ya dampaknya bisa sangat merugikan terutama bagi pelaku dan juga mampu berpengaruh merugikan secara serius bagi yang bukan pelaku. Sebagai contoh kasus di atas.Adapun Zat Adiktif salah satunya adalah minuman beralkohol atau yang biasa dikenal sebagai minuman keras. Sudah jelas dipahami kalau minuman keras ini patut dihindari. Nah yang mungkin belum banyak dipahami adalah, beberapa jenis zat adiktif ini merupakan bahan-bahan yang banyak terdapat di dalam rumah tangga, namun jika disalahgunakan dapat berakibat membahayakan. Sebagai contoh adalah Lem, Kerosen, Kopi, Kecap dan beberapa bahan lain yang dapat diselewengkan pemakaiannya baik cara guna maupun dosis konsumsi. Jangan coba-coba karena penasaran, karena nyawa anda bisa jadi taruhannya.

Untuk itu alangkah lebih baiknya, sampaikan di sekeliling anda dan khususnya untuk anda sendiri, sejanuh mungkin "mengenal" tentang NAPZA untuk dapat menghinari penyalahgunaannya. Karena NAPZA ternyata tak hanya berbahaya, melainkan mampu berantas nyawa.


Sumber:
Berita terkini pengendara Xenia tabrak pejalan kaki, 9 tewas 3 luka berat (berbagai sumber)
Handoyo, Ida Listyarini, Napza Haruskah Mengenalnya, Cetakan II, Penerbit Pakarraya, Bandung, 2006

Kamis, 02 Desember 2010

Esktrak Salak Pondoh Sebagai Bahan Dasar Masker


Lulur dan masker  sangat dibutuhkan bagi kesehatan dan kecantikan wanita. Lulur merupakan bahan yang digunakan untuk membalur kulit tubuh, berfungsi membersihkan sekaligus mengangkat sel-sel kulit mati, mengencangkan dan lain sebagainya tergantung khasiat yang terkandung pada bahan. Lulur biasanya mengandung scrubs atau butiran halus guna membantu mengangkat kulit mati sekaligus berfungsi sebagai peeling. Masker memiliki fungsi sebagaimana lulur, namun biasa digunakan untuk kulit wajah dan dipakai mengering seperti topeng. Berbeda dengan lulur, jika lulur digunakan dengan sistem dibalur dan digosok-gosokkan pada kulit, masker hanya dioleskan dan dibiarkan sampai kering sehingga menyerupai mask (topeng).
Salah satu bahan yang bagus untuk lulur dan masker adalah yang mengandung bahan peningkat kolagen, salah satunya vitamin C. Vitamin C bagus terkandung pada ekstrak salak pondoh. Ekstrak ini pernah diteliti bagus untuk kesehatan kulit dan mengandung vitamin C dosis tinggi.
Salak pondoh merupakan salah satu produk unggulan yang dimiliki oleh Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk salak pondoh yang semakin digemari oleh segenap lapisan masyarakat mendorong petani salak pondoh untuk meningkatkan produksi salak pondoh. Namun dengan semakin meningkatnya hasil panen salak pondoh, menimbulkan masalah juga bagi petani, yaitu antara lain disebabkan oleh usia simpan salak yang tidak tahan lama. Sehingga setiap panen raya banyak petani menjual salak dengan harga relatif rendah supaya salak habis terjual. Untuk itu pengolahan salak pondoh sebagai produk awet yang bermanfaat sangat diperlukan.
Salak pondoh memiliki kandungan senyawa kimia yang berguna bagi kesehatan. Antara lain Vitamin C, flavonoid dan tannin. Pengolahan salak pondoh menjadi bahan dasar lulur dan masker sangatlah diharapkan. Menggunakan komposisi aneka bahan, maka lulur dan masker salak pondoh ini akan dibandingkan dengan bahan lainnya. 
Kandungan gizi salak pondoh yang cukup tinggi, terutama Vitamin C, protein nabati, asam tanat (tannin) dan serat sangat bagus untuk kesehatan kulit. Vitamin C memiliki bermacam khasiat antara lain sebagai sumber pembentukan kolagen, untuk meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan pembentukan protein, memperbaiki sel-sel yanhg rusak. Asam tanat memiliki khasiat sebagai antioksidan potensial.




gambar 1. Salak pondoh hitam








Berdasarkan Penelitian, Ekstrak salak Pondoh baik secara in vitro maupun in vivo berhasil meningkatkan elastisitas kulit dan meningkatkan daya regenerasi sel. (LE)

Pusaran Waktu




Bagai mimpi Baskoro melihat urai rambut gadis itu menerpa keningnya. Gadis itu menengok. Dengan senyum simpulnya yang sedikit angkuh, gadis itu seolah mengajak Baskoro berjalan bersamanya. Vinka, nama gadis itu, terucap di awal perjumpaan minggu lalu dengan Baskoro. Namun entah kenapa Baskoro selalu saja tak sanggup untuk berkata apa-apa kepada Vinka.
Hari ini Nampak berbeda dari hari-hari biasanya. Mendung menggelayut sejak pagi dan tak pernah kunjung cerah. Sang mentari Nampak malas untuk memunculkan senyum ramahnya yang diiring pancaran hangat. Baskoro kembali masuk ke dalam Rumah Sakit tempatnya bekerja. Menghela nafas panjang sejenak, lalu Baskoro memasuki ruang prakteknya.
Agak sepi pula suasana rumah sakit. Tapi itulah sebenarnya yang diharap, karena bagaimanapun tugas para dokter hanyalah membantu para pasien untuk sembuh, bukan mengharap uang mengalir dari pasien yang periksa. Tiba-tiba Baskoro mendengar suara lantun lirih yang merdu. Ternyata rekan sekantornya sedng bersenandung.
“Jangan menyanyi ah, di rumah sakit. Ini tempat kerja, Mbak. Tapi diam-diam suara kamu lumayan juga. Besok main di sunatan sodaraku ya, “ seloroh Baskoro. Temennya mencibir manja.
Sebenarnya Deasy, nama temen sekantor Baskoro sudah sejak lama menaruh hati kepada Baskoro. Wanita mana yang tidak terpikat kepada dokter berpenampilan rapi sederhana dengan wajah tampan yang agak oriental. Penampilan yang sedikit konservatif justru menarik perhatian para wanita. Bahkan Rena, seorang ibu muda beranak 3 yang sudah memiliki suami pun sempat terpesona dan terpikat kepada Baskoro. Namun tak satupun dari semua wanita yang pernah dikenal Baskoro membuat hati Baskoro tergugah.
Saat ini usia Baskoro sudah hampir memasuki kepala empat. Ibunda Baskoro yang hanya memiliki satu putra, yaitu Baskoro sudah sangat ingin menimang cucu. Apalagi ayah Baskoro yang sudah sering sakit-sakitan. Maklum usia sudah mulai menyusut.
Namun kala itu, di pagi yang masih terbilang buta, ketika Baskoro pulang dari lembur karena ada tugas bedah pasien yang mengalami kecelakaan, Baskoro bertemu dengan Vinka. Vinka Nampak pucat berjalan di pagi gelap itu. Saat Baskoro menghentikan mobilnya, gadis itu pun terhenti dari langkahnya.
“Boleh saya bantu, dik?” sapa Baskoro kala itu. Gadis itu hanya mengangguk. Rupanya gadis itu berasal dari luar kota dan tidak tahu arah mana yang dituju. Ternyata gadis itu sedang mencari rumah saudaranya, dan ketika menunjukkan alamat rumah, Baskoro mengenal persis lokasi mana yang dituju.
“Boleh tahu siapa namamu, Dik? Siapa tahu kita berjumpa lagi. Saya Baskoro,” ucap Baskoro ketika gadis itu telah sampai tujuan dan hendak turun dari mobil.
“Vinka. Terima kasih tumpangannya.” Ucap gadis itu pendek, lalu turun dari mobil.
Nampak gurat keangkuhan ada pada gadis itu. Tetapi entah mengapa justru keangkuhan berpadu keanggunan yang melekat dalam diri gadis itu membuat dada Baskoro berdesir dan ingin kembali bertemu dengan gadis itu. Rasanya terlalu singkat membawa gadis itu pagi ini. Namun kantuk Baskoro mulai tak tertahankan. Buru-buru dia memacu mobilnya menju rumahnya yang tak jauh dari lokasi di tempat Vinka turun.
Hari-hari berikutnya, perasaan aneh mulai menjalar, merayap, menggerogot hati Baskoro. Nampaknya dia mulai gelisah untuk selalu bias menatap wajah gadis yang baginya unik itu. Sesekali dia sengaja melewati rumah yang selalu tertutup rapat itu. Pada suatu hari, tanpa sengaja Baskoro bertemu kembali dengan Vinka di sebuah restoran kecil dekat bilangan di mana Baskoro tinggal. Kesempatan itu tak dia sia-siakan. Baskoro menawarkan untuk bersama dengan Vinka menikmati makan siang di restoran sederhana itu. Namun, Vinka mengatakan buru-buru dan akan membungkus makanannya saja.
“Gadis yang unik, misterius namun makin membuatku tergoda untuk mendekatinya,” gumam Baskoro.
Pertemuan ketiga adalah yang paling mengejutkan. Vinka datang ke rumah sakit. Dia mengalami gangguan pada pencernaan. Setiap makan, lambung seperti ditusuk-tusuk. Diiringi rasa mual yang teramat sangat. Saat periksa ke rumah sakit, Vinka kembali bertemu dengan Baskoro. Pada awalnya Vinka kaget.
“Kok di sini?” sapa Baskoro memecah keheningan.
“Ya, saya sakit,” jawab Vinka pendek.
“Sakit apa?”
“Hanya gangguan pencernaan ringan, tak terlalu berarti, namun saya tak terbiasa alami keluhan pada tubuh saya.” Kali ini jawaban Vinka agak panjang. Membuat Baskoro mulai berani menambah kata kepada Vinka. Bahkan Baskoro sempat menemani Vinka menebus obat. Dan Vinka pun memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi kepada Baskoro.
Setelah hari itu, hari-hari Baskoro mulai dipenuhi dengan bunga-bunga asmara. Satu hal yang tak pernah dia rasakan selama ini. Pernah sekali Baskoro jatuh cinta kepada seorang wanita, namun saying wanita itu meninggal karena kanker otak. Hal tersebut yang mendorong Baskoro untuk menekuni dunia medis dan cita-cita itu pun terkabul. Pada saat Baskoro mengingat-ingat wajah Merlin, wanita pujaan yang telah tiada itu, Baskoro terkesiap. Wajah Merlin mirip sekali dengan Vinka. Nuansa keangkuhan, keanggunan dan kelembutan berpadu dalam diri Vinka. Hanya berbeda, Merlin terkesan lebih lincah dibandingkan Vinka. Vinka namapk sering kurang bergairah.
Namun sampai detik ini Baskoro tak berani bertanya lebih lanjut mengenai kehidupan Vinka. Yang dia tahu, usia Vinka tak terpaut jauh dengan Baskoro, mungkin gadis itu sudah berusia sekitar 38 tahun-an. Namun entah kenapa masih melajang Baskoro juga tak pernah menanyakannya.
Kala hari itu Baskoro sedang cuti dan mengajak Vinka jalan jalan. Satu hal yang membuat Baskoro terkesiap adalah. Tahi lalat di dalam mata. Hal yang nyaris seperti mimpi. Tahi lalat itu pun juga dimiliki Merlin. “Duh apakah reinkarnasi itu ada. Lalu apakah wanita ini titisan Merlin, atau..” sejuta pikiran tak masuk akal berkecamuk di kepala Baskoro. Karena jujur baru kali ini Baskoro benar-benar berani menatap lekat wajah Vinka. Selama ini dia tak berani, jangankan menatap lekat. Menatap agak lama saja Baskoro tak berani. Aura gadis itu terlalu tajam bagi baskoro untuk ditatap terlalu lama.
Ketika Vinka mengisahkan seluk beluk dirinya, Baskoro nyaris pingsan. Gadis itu mengatakan bahwa dia pernah puya sahabat seorang pria yang wajahnya mirip Baskoro, yang entah kemudian menghilang kemana. Seorang pria yang sungguh menyita perhatiaan Vinka yang begitu lugu. Namun Vinka tak berani menyatakan. Ketika makin ditelusur, ternyata Vinka pernah satu kota dengan Baskoro.
“Apakah ini Merlin, hantu Merlin, titisan Merlin, kembaran Merlin..atau…oh” Baskoro terus berpacu dengan pikiran-pikiran tak masuk akal itu.
Dan rahasia terungkap ketika Vinka menyampaikan bahwa dia memiliki saudara kembar bernama Merlin, yang mengidap kanker otak dan kemudian meninggal. Sejak saat itu Vinka ingin menjadi dokter namun cita-citanya tak kesampaian karena Vinka berasal dari keluarga yang kurang berada. Vinka tak pernah menikah karena tak jua mampu temukan cinta sebagaimana yang pernah dia rasa kepada pria yang tak dia tahu namanya, namun pernah bertemu dengannya di sebuah rumah makan. Namun Vinka agak lupa wajah pria itu. Akan tetapi suasana pertemuan itu menggambarkan pertemuan Baskoro dengan gadis bernama Merlin.
Dari semua penuturan Vinka, nampaknya, informasi yang sempat Baskoro ketahui mengenai seseorang bernama Merlin adalah keliru. Memang Merlin wajahnya sangat mirip Vinka, dan pada saat Baskoro menayakan kepada teman-temannya, teman Baskoro menunjuk nama Merlin, dan tak pernah menyampaikan bahwa Merlin memiliki saudara kembar bernama Vinka. Vinka jarang keluar rumah, dan pada waktu Merlin meninggal, Vinka sedang di luar kota. Baskoro memang tak pernah menelusur lebih jauh mengenai sosok Merlin.
Bak menemukan bunga baru, Baskoro memeluk Vinka yang agak kaget dan hendak menepis, namun ketika Baskoro mengucapkan, bahwa pria yang dia maksud mungkin dirinya dan kembali menceritakan kejadian belasan tahun silam, Vinka pun tersedu. Mungkinkah ini jodohnya? Alam yang akan menata.


Lioni Ellis Handoyo

Kiat Bugar di Tempat Kerja

Oleh : Lioni Ellis Handoyo


KIAT BUGAR DI TEMPAT KERJA

            Bekerja selain menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas hidup dan sebagai lahan aktualisasi diri juga merupakan sarana untuk berhubungan dengan orang banyak atau dengan kata lain berjaringan dan bersosialisasi. Kondisi yang prima baik dari segi fisik maupun mental sangatlah diperlukan. Bisa dibayangkan apabila seorang relasi kerja kita nampak tidak bersemangat atau terkesan sakit-sakitan mungkin kita menjadi “kurang tega” untuk mengganggu waktu sang relasi tersebut bahkan untuk sekedar bersendau gurau apalagi mengajak bekerja bersama. Bagaimana jika kondisi kurang fit tersebut mengena di diri kita? Tentunya tidak sedikit kerugian baik spirit maupun materi yang akan kita tuai.
            Berikut adalah beberapa kiat bagi siapa saja yang aktif di dunia kerja supaya tetap bugar dan prima dalam kondisi seperti apapun, di manapun:

1.   1. Istirahat yang cukup
Sepadat apapun aktivitas anda dan seberat apapun beban kerja, jangan abaikan istirahat. Istirahat laksana jembatan menuju sukses karena dengan istirahat tubuh menjadi seolah baru kembali. Sel-sel yang rusak digantikan oleh sel baru atau mengalami regenerasi. Pada kondisi istirahat, energi terbentuk secara maksimal dan dipersiapkan untuk aktivitas berikutnya.
2.   
2. 2. Jangan lupa sarapan
Bagi yang bekerja secara rutin di kantor sejak pagi, selalu sempatkan untuk makan pagi atau sarapan. Jika tidak sempat makan yang terlalu berat seperti nasi, maka dua iris roti tawar ditambah sebutir telur, dan buah-buahan plus segelas susu dapat menjadi alternatif. Sarapan terutama yang mengandung protein dan karbohidrat sangat penting karena aktivitas siang pada waktu kerja akan membutuhkan kalori yang tinggi sehingga asupan gizi harus penuh. Jika memungkinkan, anda bisa membawa camilan ringan sepeti biskuit yang dapat dimakan pada sekitar pukul 10.00 WIB
 
3.    3. Minum air putih yang cukup
Air merupakan media untuk proses metabolisme. Apabila jumlah air terbatas, maka proses biokimiawi tubuh menjadi terhambat. Asupan air yang diperlukan oleh tubuh adalah minimal 1,5 L per hari atau kurang lebih 8 gelas. Namun bagi yang bekerja aktif secara fisik mungkin dibutuhkan masukan yang lebih banyak supaya keseimbangan air dalam tubuh selalu terjaga. Air juga mampu menghindarkan bahkan mengobati penyakit. Membawa bekal minuman air putih dari rumah mungkin lebih baik apabila anda bekerja di lapangan.
4.     
      4. Membuat perencanaan kerja
Perencanaan kerja bukan hanya penting untuk pola kinerja saja. Namun manajemen aktivitas yang teratur dan terencana akan memperingan kerja otak sehingga mengurangi resiko timbulnya tekanan kerja atau stress. Stres dapat menurunkan kualitas kesehatan dan meningkatkan kerentanan terkena penyakit.
5.     
      5. Bersyukur dan mendekatkan diri kepada Yang Kuasa
Rasa penerimaan terhadap diri dan juga nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita ditambah dengan kualitas spiritual yang unggul akan memberikan rasa damai. Rasa damai dan tenteram akibat kegiatan spiritual merupakan tingkat relaksasi yang tertinggi. Kepasrahan kepada Yang Maha Hidup membuat pribadi menjadi tenang dan dapat berpikir jernih. Kedamaian, ketenangan, keetenteraman dan pikiran jernih akan memicu hormon dan enzim bekerja secara optimal di mana selanjutnya kesehatan dan kebugaran tubuh akan tercipta. Dan tentu saja penampilan yang apik serta kinerja yang tangguh menjadi hadiahnya. Efek utamanya sudah bisa dipastikan, rejeki mengalir, relasi pun bertambah. 

Selamat bekerja.

Virus AIDS v.s. Virus Perilaku

kesehHIV/AIDS sampai dengan detik ini masih menjadi pusat keprihatinan masyarakat se dunia, terkait dengan belum ditemukannya vaksin yang benar-benar efektif mencegah HIV. Obat yang saat ini tersedia juga masih bersifat kontroversial di dalam proses penyembuhannya. Selain itu harga antiretroviral masih cukup mahal, meskipun di sana sini sudah banyak para pemerhati yang bersedia memberikan bantuan yang bersifat karitatif kepada para penyandang HIV/AIDS. Sementara itu, pengobatan dengan antriretroviral juga bukan tanpa dampak. Saat ini, diperkirakan sejumlah 4,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS (Kompas, November 2007)

Memang sebenarnya penyakit apapun itu adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Namun bagi yang sudah terlanjur terkena, ya mau tak mau harus diobati.

Sudah diketahui khalayak mengenai apa dan bagaimana HIV dapat masuk ke dalam tubuh manusia. Virus yang menyerang sistem kekebalan manusia yang disebut dengan sel T helper (CD4) ini menular melalui cairan tubuh manusia dalam kondisi tertentu. Artinya jika cairan tersebut tidak memenuhi standar volume tertentu maka kemungkinan untuk bisa menjadi media penularan relatif kecil. Oleh karena itu cairan darah dan cairan seksual merupakan media yang bagus bagi penularan HIV ini. Sementara penularan melalui keringat sejauh ini belum ditemukan kasusnya.

Media penularan HIV yaitu darah dan cairan seksual sangat rentan dipengaruhi oleh perilaku. Beberapa di antaranya adalah perilaku seksual yang kurang sehat, perilaku medis yang kurang sehat seperti menggunakan jarum suntik yang tidak steril pada proses tindakan medik. Life style seperti "piercing" atau tindik dan penorehan tatto menggunakan jarum yang tidak steril juga meningkatkan resiko penularan HIV/AIDS.

Dan fakta terbesar terjadinya penularan HIV/AIDS adalah pada penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian. Berdasarkan informasi terakhir dari BKKBN, dinyatakan bahwa 83 % dari jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan adalah disebabkan oleh pemakaian jarum suntik narkoba, meskipun bukan berarti penyebab yang lain bisa diabaikan. Karena jumlah tersebut hanyalah fakta yang dilaporkan. Perlu diketahui, bahwa kasus HIV/AIDS ini adalah laksana fenomena gunung es, di mana kasus yang mencuat di permukaan hanyalah sebagian dari total kasus yang ada.

Sebenarnya HIV/AIDS jika kita pikirkan lebih jauh hanyalah laksana tumbal bagi perilaku-perilaku yang tidak sehat. Sebenarnya mungkin HIV/AIDS tadi tidak akan meresahkan masyarakat andaikata tidak ada penyebab-penyebab yang menjadikan HIV/AIDS ini wabah dunia. Bahkan dari sekian persen pengidap, bisa saja mereka adalah orang yang tidak melakukan kegiatan beresiko tinggi. Bayi yang tak berdosa yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV, wanita/pria monoseksual dengan satu pasangan tetap yang menikah dengan pasangan yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS, korban tindakan medis yang tidak sesuai standar, dapat tertular HIV/AIDS dan mereka inilah yang merupakan korban sesungguhnya.

Berkait dengan perilaku, akankah hanya HIV yang akan menjadi momok bagi dunia? ataukah mungkin ada penyakit-penyakit lain yang bisa saja lebih berbahaya dari HIV/AIDS?

Dengan perilaku dan pola hidup yang relatif benar dan dapat dipertanggungjawabkan saja kita bisa saja terkena anek penyakit, apalagi jika berperilaku yang beresiko tinggi terkena penyakit baik itu penyakit menular maupun tidak.

Jadi sebenarnya, manakah yang lebih mengerikan? jenis penyakitnya (HIV, PMS, dll) ataukah perilaku-perilaku yang mengundang timbulnya penyakit tersebut? Pembacalah yang akan bisa menjawab, menganalisis dan menyimpulkannya

Diterbitkan ulang Oleh: Lioni Ellis Handoyo (diambil dari www.menapakhidupsehat.blogspot.com)
Dalam Rangka menyambut Hari AIDS sedunia 1 Desember 2010

Subcribe

Sign up and receive for eNews & Updates post direct to your email.
Download Informasi Video Gratis

Berita Video